Selasa, 13 Desember 2016

Filosofi wanita sebagai tulang rusuk laki-laki

Assalamu'alaikum wr.wb
Ada sebuah artikel yang menarik perhatian saya.. Artikel tersebut menjelaskan mengenai makna dari perempuan sebagai tulang rusuk laki-laki yaitu sebagai berikut :

Filosofi wanita sebagai tulang rusuk laki-laki

Menurut Hadis Rasulullah Saw, "... Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya..." (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)

Dalam hadis tersebut, perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan ada tulang rusuk lain yang lurus. Jika saja ia tercipta dari tulang rusuk yang lurus, maka sempitlah dadanya, karena itu keberadaannya memberikan kenyamanan dimana ia berada. Tulang rusuk yang bengkok berfungsi sebagai kerangka yang menyusun kekuatan tubuh. Ini berarti, perempuan adalah bagian yang dapat membangun dan menegakkan kehidupan. Tulang rusak yang bengkok melindungi organ-organ lunak dalam tubuh. Begitu juga perempuan, ia dapat menjaga kehidupan keluarganya, anak-anaknya yang masih lemah.

Sedangkan saya sendiri memaknainya sebagai ungkapan bahwa keberadaan perempuan dapat menyempurnakan laki-laki. Laki-laki masih mampu hidup walau kehilangan satu tulang rusuknya, namun keadaannya tidak akan sempurna. Akan ada organ dalam tubuhnya yang tak terlindungi karena ada tulang rusuk yang hilang. Bagaimanapun hebatnya seorang laki-laki, ia pun tentu memiliki kekurangan. Disinilah peran perempuan untuk menutupi kekurangan tersebut. Seperti pada sebuah balon, walaupun hanya satu lubang sekecil pori-pori kulit, lama kelamaan balon tersebut akan kempes. Balon tersebut diibaratkan sebagai laki-laki, dan perempuan disini adalah "sesuatu" yang menutup lubang pada balon tersebut.

artikel diatas tanpa sedikitpun saya sunting, karena isi dari artikel tersebut menurut saya sangatlah menarik, semoga bermanfaat ^^

Artikel Fatawa

Ada sebuah artikel yang menarik yang terbit dari sebuah peneribit yaitu Fatawa, artikel tersebut berjudul :
Tidak Suka Dengan Kelahiran Anak Wanita Termasuk Perilaku Jahiliyahyang berisi mengenai tanya jawab seseorang mengenai perilaku yang tidak menyukai kelahiran anak perempuan, cek selengkapnya :

Tanya: Pada zaman ini, kita sering mendengar perkara-perkara yang biasa menjadi bahan perdebatan orang karena ganjilnya. Di antaranya mungkin kita pernah mendengar sebagian orang mengatakan, “Kami tidak suka menggauli istri kami jika yang lahir adalah anak perempuan.” Sebagian lagi mengatakan kepada istrinya, “Demi Allah, jika engkau melahirkan anak perempuan, saya akan menceraikanmu.” -Kita berlepas diri dari orang-orang seperti itu-. Sebagian dari wanita ada yang mendapatkan perlakuan semacam itu dari suaminya. Mereka merasa gelisah dengan perkataan suaminya yang seperti itu. Bagaimana dan apa yang mesti mereka perbuat terhadap perkataan suami seperti itu? Apa nasehat Syaikh dalam masalah ini?

Jawab: Saya yakin apa yang dikatakan saudara penanya adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Saya tidak habis pikir, bagaimana ada seorang suami yang kebodohannya sampai pada taraf seperti itu; mengultimatum akan menceraikan isterinya jika anak yang dilahirkannya anak perempuan. Lain masalahnya, kalau sebenarnya dia sudah tidak suka dengan isterinya, kemudian ingin menceraikannya dan menjadikan masalah ini sebagai alasan agar dapat menceraikannya. Jika ini masalah yang sebenarnya; dia sudah tidak bisa bersabar lagi untuk hidup bersama isterinya, dan telah berusaha untuk tetap hidup berdampingan dengannya akan tetapi tidak berhasil; jika ini masalah yang sebenarnya, hendaknya dia mencerai istrinya dengan cara yang jelas, bukan dengan alasan seperti itu.

Karena perceraian dibolehkan asalkan dengan dengan alasan yang syar’i. Akan tetapi, meskipun demikian, kami menasehatkan kepada para suami yang mendapatkan hal-hal yang tidak disukai pada diri isterinya agar bersabar, sebagaimana yang difirmankan Allah, “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (isteri-isteri kamu), (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS. An-Nisa’: 19)

Adapun membenci anak perempuan, tidak diragukan bahwa itu merupakan perilaku jahiliyah, dan di dalamnya terkandung sikap tasakhuth (tidak menerima) terhadap apa yang telah menjadi ketetapan dan takdir Allah. Manusia tidak tahu, mungkin saja anak-anak perempuan yang dimilikinya akan lebih baik baginya daripada mempunyai banyak anak laki-laki. Berapa banyak anak-anak perempuan justru menjadi berkah bagi ayahnya baik semasa hidupnya maupun setelah matinya. Dan berapa banyak anak-anak lelaki justru menjadi bala dan bencana bagi ayahnya semasa hidupnya dan tidak memberi manfaaat sedikit pun setelah matinya.

Sumber: Majalah Fatawa

Kedudukan wanita dalam Al-Quran

assalamu,alaikum akhwat fillah..
sebagai wanita kita harusnya berbangga karena telah mendapatkan kedudukan yang istimewa dalam Al-Quran, yaitu sebagai berikut :


Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.

Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.

Peran wanita dikatakan penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)

Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)

semoga bermanfaat dan dapat diambil pelajaran dri hadis diatas, dan kita sebagai kaum hawa patut untuk berbangga diri karena kita merupakan makhluk Allah SWT yang memiliki kedudukan tersendiri dalam Al-Qur'an

Kamis, 08 Desember 2016

Pengertian Metafisika

Sejak lama, istilah metafisika” dipergunakan di Yunani untuk menunjukkan karya-karya tertentu Aristoteles. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani meta ta physika yang berarti “hal-hal yang terdapat sesudah fisika”. Aristoteles mendefinisikan sebagai ilmu pengetahuan mengenai yang ada sebagai yang-ada sebagai yang-ada, yang dilawankan, misalnya, dengan yang-ada sebagai yang digerakkan atau yang-ada sebagai yang dijumlahkan.

Dewasa ini metafisika dipergunakan baik untuk menunjukkan filsafat pada umumnya maupun acapkali untuk menunjukkan cabang filsafat yang mempelajari pertanyaan-pertanyaan terdalam. Namun secara singkat banyak yang menyebutkan sebagai metafisika sebagai studi tentang realitas dan tentang apa yang nyata. Terkadang metafisika ini sering disamakan dengan “ontologi” (hakikat ilmu). Namun demikian, Anton Baker (Anton Baker, Ontologi atau Metafisika Umum, (Yogyakarta: Kanisius, 1992), hal. 15.) membedakan antara Metafisika dan ontologi. Menurutnya istilah ‘metafisika’ tidak menunjukkan bidang ekstensif atau objek material tertentu dalam penelitian, tetapi. Inti itu hanya tersentuh pada pada taraf penelitian paling fundamental, dan dengan metode tersendiri. Maka nama ‘metafisika’ menunjukkan nivo pemikiran, dan merupakan refleksi filosofis mengenai kenyataan yang secara mutlak paling mendalam dan paling ultimate. Sedangkan ontologi yang menjadi objek material bagi filsafat pertama itu terdiri dari segala-gala yang ada.

Metafisika sering juga disebut sebagai ‘filsafat pertama’. Maksudnya ialah ilmu yang menyelidiki apa hakikat dibalik alam nyata ini. Sering juga disebut sebagai ‘”filsafat tentang hal yang ada.” Persoalannya ialah menyelidiki hakikat dari segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca indra saja. Aristoteles memandang metafisika sebagai filsafat pertama. Istilah “pertama’ tidak berarti, bahwa bagian filsafat ini harus ditempatkan didepan, tetapi menunjukkan kedudukan atau pentingnya. Filsafat pertama menyelidiki pengandaian-pengandaian paling mendalam dan paling akhir dalam pengetahuan manusiawi yang mendasari segala macam pengetahuan lainnya. Aristoteles mengatakan bahwa menurut kodratnya setiap orang mempunyai keinginan mengetahui sesuatu. Pengetahuan khusus yang ingin ia defenisikan dalam tulisannya tentang metafisika adalah pengetahuan tentang sebab-sebab pertama, yaitu pengetahuan yang mendasari dan mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan yang lain dan menuntun manusia untuk mencapai sumber tertinggi dari gerakan dan kehidupan.
Secara umum metafisika adalah suatu pembahasan filsafat yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau tentang segala sesuatu yang “ada” (being). Yang dimaksud dengan “ADA” ialah ‘semua yang ada baik yang ada secara mutlak, ada tidak mutlak, maupun ada dalam kemungkinan.” Ilmu ini bertanya apakah hakikat kenyataan itu sebenar-benarnya? Jadi , metafisika ini mempersoalkan asal dan struktur alam semesta. Untuk mengetahui asal dan struktur alam semesta, Alkitab mengawali dengan menuliskan,”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej. 1:1). Kata “menciptakan” (bara) berati dari yang tidak ada menjadi ada (baru sama sekali), yang dikenal dengan istilah creatio ex nihilo. Asal mula alam semesta adalah karena diciptakan oleh Allah. Tanpa Allah. Tidak ada keberadaan (being).


Sumber : Filsafat Ilmu oleh Wisma Pandia, S.Th., Th.M. Diktat Kuliah Sekolah Tinggi Theologi Injili Philadelphia.

Ciri-ciri filsafat

Berikut penjelasanmnya :
Ciri-ciri filsafat yaitu menyeluruh, mendasar, dan spekulatif. Berikut merupakan ciri berfilsafat.

a. Menyeluruh, artinya pemikiran yang luas karena tidak membatasi diri dan tidak hanya ditinjau dari satu sudut pandang tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dan ilmuilmu lainnya, hubungan ilmu dan moral, seni, serta tujuan hidup.
b. Mendasar, artinya pemikiran yang dalam sampai pada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan. Filsafat tidak hanya berhenti pada kulit-kulitnya (periferis) saja, tetapi sampai menembus ke kedalamannya (hakikat).
c. Spekulatif, artinya hasil pemikiran yang diperoleh dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikiran berfilsafat selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menelusuri bidang-bidang pengetahuan yang baru. Namun demikian, tidaklah berarti hasil pemikiran kefilsafatan tersebut meragukan kebenarannya karena tidak pernah tuntas.


Ciri-ciri berpikir secara kefilsafatan menurut Ali Mudhofir sebagai berikut.
a. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara radikal. Radikal berasal dari bahasa Yunani, Radix artinya akar. Berpikir secara radikal adalah berpikir sampai ke akar-akarnya, berpikir sampai pada hakikat, esensi, atau sampai ke substansi yang dipikirkan. Manusia yang berfilsafat dengan akalnya berusaha untuk menangkap pengetahuan hakiki, yaitu pengetahuan yang mendasari segala pengetahuan indrawi.
b. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara universal (umum). Berpikir secara universal adalah berpikir tentang hal-hal serta proses-proses yang bersifat umum, dalam arti tidak memikirkan hal-hal yang parsial. Filsafat bersangkutan dengan pengalaman umum dari umat manusia. Dengan jalan penelusuran yang radikal itu filsafat berusaha sampai pada berbagai kesimpulan yang universal (umum).
c. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara konseptual. Konsep di sini adalah hasil generalisasi dari pengalaman tentang hal-hal serta prosesproses individual. Dengan ciri yang konseptual ini, berpikir secara kefilsafatan melampaui batas pengalaman hidup sehari-hari.
d. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara koherendan konsisten. Koheren artinya sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir (logis). Konsisten artinya tidak mengandung kontradiksi.
e. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara sistematik. Sistematik berasal dari kata sistem. Sistem di sini adalah kebulatan dari sejumlah unsur yang saling berhubungan menurut tata pengaturan untuk mencapai sesuatu maksud atau menunaikan sesuatu peranan tertentu. Dalam mengemukakan jawaban terhadap sesuatu masalah. Pendapatpendapat yang merupakan uraian kefilsafatan harus saling berhubungan secara teratur dan terkandung adanya maksud atau tujuan tertentu.
f. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara komprehensif. Komprehensif adalah mencakup secara menyeluruh. Berpikir secara kefilsafatan. Berpikir secara kefilsafatan berusaha untuk menjelaskan alam semesta secara keseluruhan.
g. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan secara bebas. Sampai batas-batas yang luas maka setiap filsafat boleh dikatakan merupakan suatu hasil dari pemikiran yang bebas. Bebas dari segala prasangka sosial, historis, kultural, ataupun religius.

h. Berpikir secara kefilsafatan dicirikan dengan pemikiran yang bertanggung jawab. Seseorang yang berfilsafat adalah orang yang berpikir sambil bertanggung jawab. Pertanggungjawaban yang pertama adalah terhadap hati nuraninya sendiri. Di sini tampaklah hubungan antara kebebasan berpikir dalam filsafat dan etika yang melandasinya. Fase berikutnya adalah cara bagaimana ia merumuskan berbagai pemikirannya agar dapat dikomunikasikan pada orang lain.

sumber : Suaedi. 2016. Pengantar Filsafat Ilmu. Bogor: PT Penerbit IPB Press

Hadits tentang waktu

assalamu'alaikum wr. wb.

waktu yang kita jalani selama ini telah menimbulkan banyak akibat atau banyak pengalaman yang kita peroleh melalui waktu yang kita jalankan. dalam memanfaatkan waktu, hendaklah kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya (gunakan untuk fastabiqul khairat / berlomba-lomba dalam kebaikan).

cek selengkapnya hadis tentang memanfaatkan waktu :
عن ابن عبس رضي الله عنه قال: رسول الله صلي الله عليه وسلم قال: ﺇﻏﺗﻨﻢ ﺧﻤﺴﺎ ﻘﺒﻞﺧﻤﺲ؛ ﺤﻴﺎﺗﻚ ﻘﺒﻞ ﻤﻮﺗﻚ٬ ﻮﺼﺤﺗﻚ ﻘﺒﻞ ﺴﻘﻤﻚ ٬ﻮﻔﺮﺍﻏﻚ ﻘﺒﻞ ﺷﻐﻠﻚ ٬ﻮﺷﺒﺎﺒﻚ ﻘﺒﻞﻫﺮﻤﻚ٬ ﻮﻏﻨﺎﻚ ﻘﺒﻞ ﻓﻘﺮﻚ
Artinya:
Dari ibnu Abas r.a. berkata rasulullah saw, bersabda: “memanfaatkan lima keadaan sebelum datangnya lima; masa hidup sebelum datang matimu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa muda sebelum masa tuamu dan masa kayamu sebelum masa fakirmu”

Penjelasan Hadis:

Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, bukan berarti masa tua menghalangi kita untuk tetap berusaha mencapai keinginan kita, tapi tentulah usaha masa tua akan berbeda halnya dengan usaha saat kita masih muda. Maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari.
Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, menengok saudara ketika ada kesempatan sebelum kesibukan menghampiri kita, hingga tidak sempat lagi untuk sekedar mengunjungi kerabat, atau segera menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, sebelum datang pekerjaan yang lain, agar tidak bertumpuk terus dan justru mebuat kita semakina malas.
Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Sehat adalah sebuah Anugerah, lihatlah ke Rumah Sakit, berapa banyak orang harus tertahan aktifitasnya karena sakit. Berapa banyak biaya yang harus di keluarkan untuk mendapatkan kesembuhannya. Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit. Sakit disini bukan sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka ketika
kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu. Ingatlah bahwa sehat adalah modal yang paling berharga.
Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu. Tidak terlalu jauh berbeda dari penjelasan di atas, ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik-baiknya, jangan menghambur-hamburkan. Pergunakan untuk kemaslahatan, sodaqoh , zakat infaknya jangan ketinggalan. Dan Jadikan kekayaan kita sebagai faktor pendorong sekaligus pelancar kita dalam beribadah kepada Alloh.
Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu yang terakhir ini merupakan cakupan dari empat hal diatas. Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Karena kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya. Kehidupan harus dijalani sesuai tuntutan kemaslahatannya. Lima hal itu merupakan inti misi dan visi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita “mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya”.

sumber : http://alqudsiah.blogspot.co.id/2014/05/hadist-tentang-memanfaatkan-waktu.html

Minggu, 04 Desember 2016

Arti tanggal lahir menurut surah 21-31 di Al-Quran

Assalamualaikum wr.wb
sesuaikah sifat atau karakter kalian dengan tanggal lahir kalian berdasarkan atau diurutkan menurut surah al-quran dari 21-31? untuk mengetahuinya silahkan baca catatan yang saya buat berikut ini. semoga bermanfaat ^^

· Tanggal 21 Al Anbiyaa Karakter : Bertanggung jawab, seorang pemimpin dan pemikir, pendengar yang baik, menerima apa adanya (ikhlas), tidak banyak kemauan.

· Tanggal 22 Al Hajj Karakter : Segala sesuatu harus sempurna, mudah dipengaruhi, gampang terpengaruh, terburu-buru ingin cepat sampai tujuan, menyukai keramaian, sering berfikir muluk.

· Tanggal 23 Al mu minuun Karakter : Normatif, sensitif, feminim, fanatik terhadap sesuatu, mudah terpancing emosinya.

· Tanggal 24 An Nuur Karakter : Mudah memberikan jalan keluar, cermat memilah masalah, pendengar setia, mudah tersinggung, suka mengungkit-ungkit, gampang menyalahkan.

· Tanggal 25 Al Furqan Karakter : Punya skala prioritas, gemar membandingkan, ceplas ceplos, kurang inisiatif dan tidak banyak kemauan.

· Tanggal 26 Asy Syuara Karakter : Pandai mengambil hati, suka berbelit-belit, kurang berani untuk menyampaikan keinginan, agak cerewet, tidak banyak keinginan, kurang romantis.

· Tanggal 27 An Naml Karakter : Insting kuat, memiliki perencanaan yang baik, pandai memanfaatkan peluang, susah bekerja sendiri, mudah panik, tidak bisa disalahkan, mudah tersinggung, tidak bisa ditentang.

· Tanggal 28 Al Qashash Karakter : Berani menyampaikan keinginan dan pendapat, memegang komitmen, mudah bergaul, tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan, pendendam, emosional, romantis, pencemburu.

· Tanggal 29 Al Ankabuut Karakter : Banyak kenalan, sabar, dinamis, kurang menyukai keramaian, tidak berfikir panjang, kurang pandai memelihara jaringan, bekerja kurang sistematis, mudah tersinggung.

· Tanggal 30 Ar Ruum Karakter : Optimis, banyak akal, anggun, tempramental, suka bertindak semaunya dan ingin menang sendiri, pencemburu berat, setiap kemauannya harus dipenuhi.

· Tanggal 31 Lukman Karakter : Bijaksana, seorang pemimpin, melindungi komunitasnya, sabar, tekad kuat, otoriter, setiap perintahnya harus dituruti.

sumber : http://docplayer.info/105061-Arti-tanggal-lahir-menurut-islam-dan-alquran-karakter-dan-sifat.html